Sabtu, 21 April 2012

Artis Bollywood dari Indonesia

Siapa bilang orang Indonesia tidak bisa berkancah di dunia hiburan internasional. Buktinya orang-orang ini mampu menembus ketatnya persaingan dunia Hollywood dengan profesinya sebagai... bintang porno.
Hingga saat ini, setidaknya sudah ada empat bintang porno Amerika yang mengakui bahwa mereka berdarah Indonesia. Tak hanya sukses di negeri Paman Sam, sepak terjang mereka di dunia film porno juga sudah dikenal di seluruh dunia. Siapa sajakah 'aktris berbakat' ini? Ini dia
1. Jade Marcela
Wanita ini memang tercatat sebagai warga Amerika Serikat. Namun jangan salah! Ternyata kedua orang tua Jade ternyata berasal dari Tegal. Dia sendiri memulai karir sebagai bintang porno pada tahun 1999.
Jade Marcela
Foto: Istimewa
Pada bulan Oktober 2011, Jade tercatat telah membintangi setidaknya 230 film porno. Namun kabarnya, wanita kelahiran 22 Juni 1980 ini telah menikah, dan suaminya telah melarangnya melakukan hubungan seks dengan laki-laki lain. So, boleh donk syuting film porno dengan perempuan? :)










2. Nyomi Marcela
Wanita yang satu ini ternyata masih memiliki hubungan darah dengan Jade Marcela. Nyomi Marcela tak lain adalah adik kandung Jade yang kemudian mengikuti jejak sang kakak.
Nyomi Marcela
Foto: Istimewa
Bagi Nyomi, uang melimpah dan kesuksesan sang kakak adalah alasan utamanya melakukan pekerjaan ini. Namun hal ini tentu saja menimbulkan dampak. Wanita yang menjadi bintang porno sejak tahun 2001 ini mengaku kesulitan mencari kekasih lantaran reputasinya sebagai bintang porno.










3. Christina Hadiwijaya
Dilihat dari namanya, Christina Hadiwijaya memang mencerminkan nama orang Indonesia. Menurut salah satu sumber, wanita ini memang berasal dari Indonesia, namun aktif mengikuti kursus akting di lembaga profesional di Los Angeles.

Christina Hadiwijaya
Foto: Istimewa
Christina sendiri kabarnya sudah menikah dengan pria asal Ohio, AS, yakni seorang insinyur sipil dan bekerja di bidang lingkungan. Walaupun tinggal di Amerika mengikuti suaminya, namun dia masih setia dengan paspor hijau dari Indonesia. Dia sendiri sebenarnya menolak jika dikatakan sebagai bintang porno




4. Nakia Ty a.k.a Angelina Lee
Dalam salah satu wawancara, wanita yang satu ini mengakui bahwa dia lahir di Makassar pada 12 Maret 1984. Namun banyak pihak yang masih sangsi apakah wanita yang juga diketahui berasal dari Thailand ini benar-benar orang Indonesia.
Angelina Lee
Foto: Istimewa
Terkait apakah benar dia berasal dari Indonesia, wanita ini masih belum bisa dikonfirmasi. Namun ciri fisik yang ada pada diri wanita ini memang menunjukkan bahwa dia berasal dari Indonesia.






Itulah 4 top porn star asal Indonesia yang terlacak saat ini. Mungkin saja masih banyak orang Indonesia lain yang juga berkiprah dalam dunia film porno. Walaupun ketenaran mereka masih kalah dibanding Sasha Grey, Maria Ozawa maupun Jenna Jameson, namun mereka pun berhasil membuktikan bahwa orang Indonesia juga mampu masuk Hollywood.
Bagaimana menurut Anda? Apakah Anda bangga dengan mereka? (kpl/ris)

sumber: yahoo

Kamis, 19 April 2012

Indonesia itu Kaya!





Artikel kisah nyata dari temennya temen:
Suatu pagi, kami menjemput seseorang klien di bandara. Orang itu sudah tua, kisaran 60 tahun. Si Bapak adalah pengusaha asal Singapura, dengan logat bicara gaya melayu dan english, beliau menceritakan pengalaman-pengalaman hidupnya kepada kami yang masih muda.
Beliau berkata, "Your country is so rich!"
Ah biasa banget denger kata-kata itu. Tapi tunggu dulu, "Indonesia doesn't need the world, but the world needs Indonesia," lanjutnya.
"Everything can be found here in Indonesia, You don't need the world."
"Mudah saja, Indonesia paru-paru dunia. Tebang saja hutan di Kalimantan, dunia pasti kiamat. Dunia yang butuh Indonesia!”
Singapura is nothing, we can't be rich without Indonesia. 500.000 orang Indonesia berlibur ke Singapura tiap bulan. Bisa terbayang uang yang masuk ke kami, apartemen-apartemen terbaru kami yang beli orang-orang Indonesia, ga peduli harga selangit, laku keras.”
“Lihatlah RS kami, orang Indonesia semua yang berobat.”
“Terus, kalian tahu bagaimana kalapnya pemerintah kami ketika asap hutan Indonesia masuk?”
“Ya, benar-benar panik. Sangat terasa, we are nothing.”
“Kalian tau kan kalo Agustus kemarin dunia krisis beras. Termasuk di Singapura dan Malaysia? Kalian di Indonesia dengan mudah dapat beras. Lihatlah negara kalian, air bersih di mana-mana, lihatlah negara kami, air bersih pun kami beli dari Malaysia.”
“Saya ke Kalimantan pun dalam rangka bisnis, karena pasirnya mengandung permata. Terlihat glitter (berkilau) kalau ada matahari bersinar. Penambang jual cuma Rp 3rb/kg ke pabrik china, si pabrik jual kembali seharga Rp 30rb/kg. Saya lihat ini sebagai peluang.”
“Kalian sadar tidak kalau negara-negara lain selalu takut meng-embargo Indonesia! Ya, karena negara kalian memiliki segalanya. Mereka takut kalau kalian menjadi mandiri, makanya tidak diembargo. Harusnya KALIANLAH YANG MENG-EMBARGO DIRI KALIAN SENDIRI.”
“Belilah pangan dari petani-petani kalian sendiri, belilah tekstil garmen dari pabrik-pabrik sendiri. Tak perlu impor kalau bisa produk sendiri. Jika kalian bisa mandiri, bisa MENG-EMBARGO DIRI SENDIRI, INDONESIA WILL RULE THE WORLD!! 
Artikel ini adalah copy paste, no offense, untuk menyadarkan saya pada khususnya dan pembaca pada umumnya untuk berbuat lebih baik lagi untuk NKRI, buktinya Australia juga takut kalau tidak mengirim sapinya ke Indonesia...
Artikel ini membuat saya tertarik untuk mengungkap kekayaan-kekayaan apa yang ada di Indonesia tetapi kurang kita manfaatkan. Terbukti banyak barang-barang kita yang sekarang sudah “tinggal kenangan” anak cucu kita. Indonesia yang katanya memproduksi beras cukup tinggi, ternyata masih juga mengimpor dari negara tetangga. Tidak hanya produksinya saja, bahkan dari fosil-fosil yang ditemukan di Indonesia sudah ada yang dibawa ke kolektor barang antik di luar sana. Padahal fosil tersebut merupakan peninggalan prasejarah yang sangat berharga.
Sekali lagi, saya tidak ada maksud untuk menyinggung suatu pihak, ini hanya sebagai bahan perenungan terutama untuk saya pribadi. Semoga kita bisa berbuat lebih untuk negeri tercinta, Indonesia.





Rabu, 18 April 2012

Asbak Unik


Pas ane coba liat-liat di penjualan online, ane tertarik sama satu barang ini nih...
Terutama waktu ane sering liat orang-orang, baik tua muda, laki perempuan, anak jalanan anak sekolahan dan mahasiswa (kaya ane) lagi asyiknya mengepulkan asap bagai kereta api yang mengeluarkan asap dari cerobong asapnya... hehehe
Waktu itu ane liat Asbak unik yang bentuknya tuh paru-paru yang cukup canggih sob. Asbak ini bisa ngeluarin suara batuk, lucu kan...
Tips berhenti merokok yang sangat efektif.
Kalo ada orang yang meletakkan rokok di sisi kiri, asbak akan mengeluarkan suara teriakan (screaming) trus kalo ada yang naruh rokok di sisi kanan, asbak bakal ngluarin suara orang yang sedang batuk (coughing), unik tho?

Asbak unik antik dan cukup canggih ini menggunakan power battery AA 2 buah sob. Sangat kuat meskipun ditaruh rokok diatasnya dalam jangka waktu lama.
Dengan nggunain asbak unik ini, diharapkan bagi yang merokok bisa inget bahaya merokok tuh, soalnya kan ada suara batuknya. Cocok untuk hadiah pacar yang ga mau berhenti merokok. Sangat cocok juga untuk ngerjain temen-temen yang ngerokok. Supaya kapok gitu… Ngerokok terus sich… Bisa juga ditaruh di smoking area nih, kan biar yang pada ngrokok pada sadar gitu...
Asbak unik ini dibandrol dengan harga yang cukup murah kok, sekitar 60ribuan... ya daripada beli asbak yang bagus-bagus yang mahal-mahal kan malah bikin ngrokok jadi ketagihan, mending beli yang ini...
Sumber: TokoOne dengan sedikit perubahan.
dan inilah yang paling menarik lagi... :D 

Kamis, 12 April 2012

Banggalah Ber-Bahasa Jawa


School of Oriental and African Studies (SOAS) London, menetapkan bahasa Jawa sebagai bahasa wajib dipelajari mahasiswanya.

Karena berdasarkan Summer Institute for Linguistics (SIL) Ethnologue Survey 2011, penutur bahasa Jawa di dunia ternyata berjumlah 77,75 juta orang, lebih banyak daripada penutur bahasa Korea yang sebanyak 76,5 juta orang maupun bahasa Perancis yang hanya sebanyak 76 juta orang.
...

Kemudian, berdasarkan penelitian, penggunaan bahasa Jawa lebih efektif dibandingkan bahasa Inggris sekalipun, setidaknya dalam 29 contoh berikut:
1. walk slowly on the edge (side) of the road = mlipir.
2. fall backward and then hit own head = nggeblak.
3. got hit by a truck that is moving backward = kunduran trek.
4. talk too much about unimportant thing = cangkeman.
5. smearing one's body with hot ointment or liquid and then massaging it =
mblonyo.
6. going without notice/permission = mlethas.
7. taking the longer way to get to the destination = ngalang
8. riding an old bicycle = ngonthel.
9. falling/ tripping forward (and may hit own face = kejlungup.
10. side effect after circumcision = gendhelen.
11. hot pyroclastic cloud rolling down a volcano = wedhus gembel.
12. a small, sharp thing embedded inside one's skin = susuben/ ketlusupen.
13. spending a lot of time doing nothing =mbathang.
14. feeling uncomfortable because there is something that smells bad
= kambon.
15. things getting out from a container accidentally because of gravity
= mbrojol.
16. get hit by thing collapsing on top of one's head/ body = kambrukan/
17. drinking straight from the bottle without
using glass, where whole bottle tip gets into the mouth = ngokop.
18. cannot open eyes because something is shining very bright = blereng.
29. cannot hold bowel movement = ngebrok.
20. something coming out from one's rear end little by little = keceret/ kecirit.
21. hanging on tightly to something in order to be inert = gondhelan.
22. falling/ tripping accidentally because of a hole = kejeglong.
23. doing something without thinking about the consequences = cenanangan.
24. being overly active carelessly = pecicilan.
25. feeling unwell because of cold temperature = katisen.
26. making too much noise, disturbing other people= mbribeni / mblebeki.
27. tripping over accidentally caused by wires,
cloths, gowns etc. = kesrimpet.
28. being alone (or with a companion) in the
corner of a place/ room doing something suspicious= mojok.
29. pretend to be homeless, no money and never take shower=nggembel



Jadi, banggalah ketika anda menggunakan atau "nguri-uri" bahasa Jawa, karena di luar sana ternyata banyak orang yang lebih mengapresiasikan Bahasa kita daripada diri kita sendiri.
Jangan sampai tercuri (lagi) yaa... ^^


NB: No Offense

Selasa, 10 April 2012

PAK PENJUAL AMPLOP


Bismillahirrahmaani rrahiim.........

Setiap menuju ke Masjid Salman ITB untuk shalat Jumat, saya selalu melihat seorang bapak tua yang duduk terpekur di depan dagangannya. Dia menjual kertas amplop yang sudah dibungkus di dalam plastik. Sepintas di lihat, barang jualannya itu terasa “aneh” di antara pedagang lain yang memenuhi pasar kaget di seputaran Jalan Ganesha setiap hari Jumat.

Pedagang di pasar kaget umumnya berjualan makanan, pakaian, DVD bajakan, barang mainan anak, sepatu dan barang-barang asesori lainnya. Tentu agak aneh dia “nyempil” sendiri menjual amplop, barang yang tidak terlalu dibutuhkan pada zaman yang serba elektronis seperti saat ini. Masa kejayaan pengiriman surat secara konvensional sudah berlalu, namun bapak itu tetap menjual amplop. Mungkin bapak itu tidak mengikuti perkembangan zaman, apalagi perkembangan teknologi informasi yang serba cepat dan instan, sehingga dia pikir masih ada orang yang membutuhkan amplop untuk berkirim surat.

Kehadiran bapak tua dengan dagangannya yang tidak laku-laku itu menimbulkan rasa iba. Siapa sih yang mau membeli amplopnya itu? Tidak satupun orang yang lewat menuju masjid tertarik untuk membelinya. Lalu lalang orang yang bergegas menuju masjid Salman seolah tidak mempedulikan kehadiran bapak tua itu.

Kemarin ketika hendak shalat Jumat di Salman saya melihat bapak tua itu lagi sedang duduk terpekur. Saya sudah berjanji akan membeli amplopnya itu usai shalat, meskipun sebenarnya saya tidak terlalu membutuhkan benda tersebut. Yach, sekedar ingin membantu bapak itu melariskan dagangannya. Seusai shalat Jumat dan hendak kembali ke kantor, saya menghampiri bapak tadi. Saya tanya berapa harga amplopnya dalam satu bungkusan plastik itu. “Seribu”, jawabnya dengan suara lirih.

Astaga, harga sebungkus amplop yang isinnya sepuluh lembar itu hanya seribu rupiah? Uang sebesar itu hanya cukup untuk membeli dua gorengan bala-bala pada pedagang gorengan di dekatnya. Uang seribu rupiah yang tidak terlalu berarti bagi kita, tetapi bagi bapak tua itu sangatlah berarti. Saya tercekat dan berusaha menahan air mata keharuan mendengar harga yang sangat murah itu. “Saya beli ya pak, sepuluh bungkus”, kata saya.

Bapak itu terlihat gembira karena saya membeli amplopnya dalam jumlah banyak. Dia memasukkan sepuluh bungkus amplop yang isinya sepuluh lembar per bungkusnya ke dalam bekas kotak amplop. Tangannya terlihat bergetar ketika memasukkan bungkusan amplop ke dalam kotak.

Saya bertanya kembali kenapa dia menjual amplop semurah itu. Padahal kalau kita membeli amplop di warung tidak mungkin dapat seratus rupiah satu. Dengan uang seribu mungkin hanya dapat lima buah amplop. Bapak itu menunjukkan kepada saya lembar kwitansi pembelian amplop di toko grosir. Tertulis di kwitansi itu nota pembelian 10 bungkus amplop surat senilai Rp 7.500. “Bapak cuma ambil sedikit”, lirihnya. Jadi, dia hanya mengambil keuntungan Rp 250 untuk satu bungkus amplop yang isinya 10 lembar itu.

Saya jadi terharu mendengar jawaban jujur si bapak tua. Jika pedagang nakal ‘menipu’ harga dengan menaikkan harga jual sehingga keuntungan berlipat-lipat, bapak tua itu hanya mengambil keuntungan yang tidak seberapa. Andaipun terjual sepuluh bungkus amplop saja keuntungannya tidak sampai untuk membeli nasi bungkus di pinggir jalan. Siapalah orang yang mau membeli amplop banyak-banyak pada zaman sekarang? Dalam sehari belum tentu laku sepuluh bungkus saja, apalagi untuk dua puluh bungkus amplop agar dapat membeli nasi.

Setelah selesai saya bayar Rp 10.000 untuk sepuluh bungkus amplop, saya kembali menuju kantor. Tidak lupa saya selipkan sedikit uang lebih buat bapak tua itu untuk membeli makan siang. Si bapak tua menerima uang itu dengan tangan bergetar sambil mengucapkan terima kasih dengan suara hampir menangis.

Saya segera bergegas pergi meninggalkannya karena mata ini sudah tidak tahan untuk meluruhkan air mata. Sambil berjalan saya teringat status seorang teman di facebook yang bunyinya begini : “bapak-bapak tua menjajakan barang dagangan yang tak laku-laku, ibu-ibu tua yang duduk tepekur di depan warungnya yang selalu sepi. Carilah alasan-alasan untuk membeli barang-barang dari mereka, meski kita tidak membutuhkannya saat ini. Jangan selalu beli barang di mal-mal dan toko-toko yang nyaman dan lengkap..”.

Si bapak tua penjual amplop adalah salah satu dari mereka, yaitu para pedagang kaki lima yang barangnya tidak laku-laku. Cara paling mudah dan sederhana untuk membantu mereka adalah bukan memberi mereka uang, tetapi belilah jualan mereka atau pakailah jasa mereka. Meskipun barang-barang yang dijual oleh mereka sedikit lebih mahal daripada harga di mal dan toko, tetapi dengan membeli dagangan mereka semoga saja perbuatan baik kita dapat berbuah menjadi suatu akibat yang baik pula, karena secara tidak langsung kita telah membantu kelangsungan usaha dan hidup mereka.

Dalam pandangan saya bapak tua itu lebih terhormat daripada pengemis yang berkeliaran di masjid Salman, meminta-minta kepada orang yang lewat. Para pengemis itu mengerahkan anak-anak untuk memancing iba para pejalan kaki. Tetapi si bapak tua tidak mau mengemis, ia tetap kukuh berjualan amplop yang keuntungannya tidak seberapa itu.

Di kantor saya amati lagi bungkusan amplop yang saya beli dari si bapak tua tadi. Mungkin benar saya tidak terlalu membutuhkan amplop surat itu saat ini, tetapi uang sepuluh ribu yang saya keluarkan tadi sangat dibutuhkan si bapak tua.

Kotak amplop yang berisi 10 bungkus amplop tadi saya simpan di sudut meja kerja. Siapa tahu nanti saya akan memerlukannya. Mungkin pada hari Jumat pekan-pekan selanjutnya saya akan melihat si bapak tua berjualan kembali di sana, duduk melamun di depan dagangannya yang tak laku-laku.


Subhanallah...
Sahabat semoga kisah ini menjadi renungan buat kita dan bisa kita ambil hikmahnya.......... 
Maluu deh sama bapak penjual amplop...kita mah dikit-dikit GALAU padahal kbutuhan sudah tercukupi
lupa untuk mnsyukuri nikmat
Aamiin Ya Rabbal 'alamiin...


dari berbagai sumber...